Wednesday, 18 March 2020

Sholat Subuh atau sholat fajar adalah sala satu sholat yang wajib dikerjakan oleh seorang muslim, yang dilakukan pada waktu fajar sampai m...

Panduan lengkap tata cara sholat subuh - Gambar , Doa dan Keutamaannya

Sholat Subuh atau sholat fajar adalah sala satu sholat yang wajib dikerjakan oleh seorang muslim, yang dilakukan pada waktu fajar sampai menjelang matahari terbit. di mana Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan Sholat kala itu. Allah Ta’ala berfirman :
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Artinya : “Dirikanlah Sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula Sholat) Subuh. Sesungguhnya Sholat Subuh tu disaksikan (oleh malaikat).”
(Qs. Al-Isra’: 78)


Betapa banyak yang lalai dalam mengerjakan Sholat Subuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan Sholat Subuh. Jika kita bandingkan dengan mengerjakan sholat jama'ah lainnya, sholat Subuh terasa berbeda karena hanya sedikit orang yang mau mengerjakannya.

Pada faktanya, umat muslim terutama kaum pria sangat jarang membiasakan untuk Sholat subuh berjamaah di masjid kecuali pada bulan Ramadhan. Padahal Rasulullah Muhammad hingga wafatnya sangat menjaga Sholat berjamaah (tidak hanya subuh saja). Jaminan langsung diberikan oleh Allah, Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan semesta alam, yang dapat menghadirkan keselamatan di dunia maupun di Akhirat.

Bagaimana bisa kita tidak tertarik dengan tawaran yang maha dahsyat ini. Tawaran yang langsung diberikan Allah SWT. Apakah dengan perkara amalan mudah seperti ini yang kita lalaikan, kita bisa terjerumus ke jahannam ? Na'udzubillah.

Tidak ada kata terlambat untuk berubah, selagi Allah masih memberikan pinjaman hidup, masih memberikan kita kesempatan untuk berladang amal di dunia dan kita petik hasilnya di Akhirat yang cepat atau lambat akan kita datangi.

Mari selamatkan diri kita dan keluarga kita dengan membiasakan Sholat subuh berjamaah di Masjid.

waktu sholat subuh

Dalam hadits dari Abdullah bin Amir Ibnul 'Ash RA. berkata, Rasulullah SAW. ditanya tentang waktu sholat yang lima, beliau menjawab:
"Waktu sholat fajar adalah selama belum terbitnya matahari yang awal..."
(HR. Muslim).

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:
"Dan waktu sholat adalah dari terbitnya fajar sampai sebelum terbitnya matahari. Maka apabila matahari telah terbit berhentilah dari Sholat karena matahari itu terbit di antara dua tanduk syaitan."
(HR. Muslim).

Dari hadist di atas dijelaskan bahwa batas waktu sholat subuh adalah dari terbitnya fajar sampai menjelang matahari terbit.

Riwayat melarang meremehkan Sholat subuh.

Di antara riwayat tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
Sungguh aku ingin untuk mendirikan Sholat, kemudian aku memerintahkan seorang lelaki untuk mengimami Sholat, kemudian aku pergi bersama sekelompok orang yang membawa kayu bakar menuju kaum yang tidak menghadiri Sholat berjama’ah untuk membakar rumah mereka dengan api”.
( Al-Bukhari: 657 dan Muslim: no: 651 )

Sebagian ulama berkata;
Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW tidak ingin melakukan hal yang demikian itu kecuali karena orang yang meninggalkan Sholat jama’ah ini telah melakukan dosa yang agung dan kesalahan yang besar.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud berkata:
Disebutkan di sisi Nabi Muhammad SAW seorang lelaki yang tertidur pada waktu malamnya hingga pagi harinya, maka Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Itulah lelaki yang dikencingi oleh setan pada kedua telinganya atau beliau bersabda: Pada telinganya”.
( Al-Bukhari: 1144 dan Muslim: no: 774 )
Cukup itu sebagai kerugian dan kekecewaan serta keburukan. Di antara akibat meremehkan Sholat subuh secara berjama’ah adalah dihadapkannya seseorang pada ancaman siksa Allah SWT di dalam kuburnya dan di hari kiamat. Allah SWT berfirman:
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyianyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.
(QS. Maryam: 59).

Dan majlis fatwa ulama Saudi Arabia ditanyakan (fatwa nomor: 5130) tentang seseorang yang tidak Sholat subuh kecuali setelah matahari terbit, bagaimanakah hukum Sholatnya?. Apakah hal itu akan memberikan pengaruh pada puasanya?.
Maka jawabannya adalah: jika dia meninggalkan Sholat subuh bukan karena ketiduran atau lupa namun hanya karena kemalasan sehingga mengerjakannya setelah matahari terbit maka dia telah kufur dengan kekufuran yang besar, berdasarkan pendapat yang shahih dari perkataan para ulama. Berdasarkan pendapat ini maka puasanya tidak sah.

Kiat menjaga sholat subuh berjamaah

Ada beberapa cara yang bisa membuat kita terjaga dan menjaga Sholat subuh berjamaah;
  1. Luruskan niat karena ALLAH dan niatkan sebelum tidur ingin Sholat subuh berjamaah
  2. Bertaubatlah dari dosa-dosa kecil ataupun yang besar
  3. Jangan makan terlalu kenyang sebelum tidur
  4. Tidurlah dengan adab yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad, tidur lebih awal, miring dan berdoa sebelum tidur
  5. Hindari minum kopi sebelum tidur karena bisa membuat tidur jadi lebih malam yang berakibat bisa kebablasan waktu subuh.
  6. Perbanyak membaca keutamaah Sholat subuh berjamaah agar timbul rasa gairah untuk beribadah
  7. Jangan tidur kurang dari 6 jam di malam hari.
  8. Jika kita harus mandi wajib, lakukanlah sebelum tidur atau setengah jam sebelum subuh.
  9. Carilah kawan yang baik (shalih)
  10. Gunakan alarm pada HP atau jam semaksimal mungkin dan dengan suara sekeras mungkin.
  11. Ingatkan dalam hati betapa banyaknya pahala yang kita dapat dengan Sholat berjamaah di masjid, pahala dihitung pulang-pergi terutama berjalan kaki. 2 rakaat sebelum Sholat subuh juga lebih baik daripada dunia beserta isinya.
  12. Maka dari itu akan lebih baik kita mengerti tata cara sholat subuh dengan benar serta niat, doa, dan keutamaannya.

Ada beberapa keutamaan yang di dapat bagi orang yang mengerjakan sholat Subuh

Diantara keutamaan sholat Subuh

1. Penyelamat dari api neraka.
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Ammarah bin Ruwaibah berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan Sholat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya."
(HR. Muslim)
Dari hadist ini disebutkan bahwa memelihara Sholat Subuh dan Ashar dapat menyelamatkan kita dari neraka atas izin Allah SWT.

2. Waktunya pembagian rizki.
Dalam hal ini terdapat sebuah kisah antara Rasulullah SAW dengan putrinya, Fathimah. Pada suatu ketika Muhammad SAW melaksanakan sholat Subuh kemudian setelah selesai beliau kembali ke rumah dan mendapat putrinya Fathimah RA. sedang tidur. Beliau pun membalikkan tubuh Fathimah dengan kaki beliau, kemudian berkata kepadanya:
"Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah SWT membagikan rizki para hamba-Nya antara Sholat Subuh dan terbitnya matahari."


3. Pembeda antara mukmin dengan munafik.
Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda:
"Sholat terberat bagi orang-orang munafik adalah Sholat 'Isya dan Subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua Sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak."
(HR. Ahmad).

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Sesungguhnya Sholat yang paling berat bagi orang-orang munafiq adalah Sholat isya dan Sholat fajar, seandainya mereka mengetahui keutamaan yang terdapat padanya niscaya mereka pasti mendatanginya dengan cara merangkak, sungguh aku ingin untuk mendirikan Sholat, kemudian aku memerintahkan seorang lelaki untuk mengimami Sholat, kemudian aku pergi bersama sekelompok orang yang membawa kayu bakar menuju kaum yang tidak menghadiri Sholat berjama’ah untuk membakar rumah mereka dengan api”
( Al-Bukhari: 657 dan Muslim: no: 651 )


Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Ibnu Mas’ud RA berkata:
Sungguh aku telah melihat dari golongan kami dan tidaklah ada orang yang meninggalkan Sholat jama’ah kecuali orang yang munafiq, yang telah diketahui kemunafiqannya. Sungguh seorang lelaki dibawa menuju Sholat jama’ah dengan diapit di antara dua lelaki sehingga dia bisa tegak di dalam shaf.
( Shahih Muslim: no: 654 )


Ibnu Umar berkata:
Sungguh apabila kita tidak melihat seseorang menghadiri Sholat isya’ dan fajar maka kami berprasangka buruk terhadapnya”
( Shahih Ibnu Hibban: 5/455 no: 2099 )


Rasulullah saw juga bersabda:
Seandainya mereka mengetahui apa yang terkandung dalam Sholat ‘atamah (yakni Sholat isya’) dan subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.
( HR. Bukhari, Ahmad )


Beberapa hadits diatas mengungkapkan bahwa begitu besarnya pahala nilai Sholat subuh bahkan jika kita tahu pahalanya, akan kita datangi walau dalam keadaan merangkak. Subhanallah.
Ayo bersemangat untuk Sholat subuh berjamaah.

4. Setara dengan sholat malam semalam suntuk.
Dalam sebuah hadits Diriwayatkan oleh Muslim dari Utsman bin Affan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang melaksanakan Sholat 'Isya secara berjamaah maka ia seperti Sholat malam separuh malam. Dan barang siapa mengerjakan Sholat subuh secara berjamaah maka Ia seperti Sholat malam satu malam penuh."
(HR. Muslim no: 656 ).


5. Penyebab masuk surga.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abi Musa Al-Asya’ari bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang mengerjakan dua Sholat Bardain dia akan masuk surga."
( Al-Bukhari: 574 dan Muslim: no: 635 )


Sholat Bardain adalah Sholat Subuh dan Ashar. Istilah Bardain berarti dua waktu dingin yang mana kedua sholat tersebut dilakukan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang saat suasana teduh sedangkan subuh pada saat pagi sebelum matahari terbit.

Pada waktu Ashar, matahari biasanya sudah tidak bersinar dengan teriknya maka dari itu alangkah mudahnya bagi kita untuk melangkahkan kaki ke Masjid untuk Sholat Ashar berjamaah sementara waktu subuh saat Matahari belum terbit, suasana masih bersih, udara masih sejuk dan menyehatkan dan akan lebih nikmat lagi berjalan kaki atau berkendaraan pergi ke masjid untuk Sholat berjamaah.

Mari kita jaga kedua Sholat tersebut agar dikerjakan selalu tepat pada waktunya di tempat adzan dikumandangkan. Rasulullah sudah menyampaikan kabar gembira diatas barangsiapa yang Sholat pada waktu yang dingin + dengan Sholat fardhu lainnya, dia akan masuk surga. Alangkah syahdunya hadits ini, namun sayangnya kesombongan dan kesibukan kita membuat kita lalai dari mengerjakan keduanya padahal ALLAH maha melihat.

6. Penyebab kunci kemenangan. Dari hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari disebutkan:
"Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga waktu Subuh."


7. Lebih baik dari dunia dan seluruh isinya.
Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Dua rakaat Sholat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya."
(HR. Muslim no : 725 ).
Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan bahwa sholat sunah dua rakaat sebelum sholat subuh lebih disukai oleh Rasulullah SAW daripada dunia dan seluruh isinya.

Subhanallah,,,Kalaulah sunnah fajar saja lebih baik dari dunia dan seisinya, berupa harta, istana, sungai-sungai, istri-istri dan lain-lain baik segala kebutuhan yang disenangi manusia dan kelezatannya, lalu bagaimanakah dengan Sholat subuh itu sendiri???.

Berapa besar pahala dan keutamaan yang kita dapat dengan mengerjakan Sholat subuh berjamaah secara istiqomah dan sungguh sunguh mengharapkan pahala dan ridho ALLAH SWT.

8. Disaksikan oleh malaikat.
Dalam sebuah hadist, Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Saling berdatangan menghampiri kalian malaikat malam dan malaikat siang, lalu mereka berkumpul pada Sholat fajar dan asar, kemudian naiklah malaikat yang mendatangi kalian pada waktu malam, lalu Allah SWT bertanya kepada mereka dan Dia Maha Mengetahui tentang keadaan mereka: Bagaimanakah kalian meninggalkan hamba-hamba -Ku?. Maka mereka berkata: Kami meninggalkan mereka dalam keadaan mendirikan Sholat dan mendatangi mereka dalam keadaan mendirikan Sholat”.
( Al-Bukhari: 555 dan Muslim: no: 632 )
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“…dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)”.
(QS. Al-Isro’: 78)


9. Mendapat perlindungan dari Allah.
"Barang siapa melaksanakan Sholat Subuh secara berjamaah maka ia berada dalam perlindungan dari Allah SWT."
(HR. Ibnu Majah).


Berada di jaminan Allah Subhana huwata'ala
Menurut sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, orang yang senantiasa Sholat Subuh berjamaah akan selalu berada di dalam Jaminan ALLAH SWT baik ketika di dunia ataupun di akhirat.

Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Jundub bin Abdullah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Barangsiapa yang Sholat subuh maka dia berada di dalam jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menuntut kamu dengan sesuatu yang berada di dalam jaminan -Nya, sebab barangsiapa yang dituntut oleh Allah dengan sesuatu dari apa yang ada pada jaminan -Nya maka dia pasti akan merasakan akibatnya, lalu Allah akan mencampakkan dia di atas wajahanya di dalam neraka Jahannam"
( HR. Muslim di dalam kitab shahihnya: 657 )


10.Mendapat cahaya yang sempurna di hari kiamat
Orang yang mendirikan Sholat fajarakan mendapat cahaya yang sempurna pada hari kiamat. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah di dalam kitab sunannya dari Sahl bin Sa’d Al-Sa’idi bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Berikanlah kabar gembira bagi mereka yang berjalan pada kegelapan menuju mesjid bahwa mereka mendapat cahaya yang sempurna pada hari kiamat"
( Sunan Ibnu Majah: no: 781 )


'Orang yang banyak berjalan' maksudnya adalah mereka yang membiasakan diri melaksanakan keutamaan yang besar ini.
'Dalam Kegelapan' maksudnya Sholat Isya' dan Sholat Subuh.
Ungkapan "menuju masjid" merupakan dalil yang jelas bahwa cahaya itu diberikan kepada orang yang membiasakan diri Sholat Subuh dan Isya' berjamaah di masjid. Sholat yang di maksud disini tidak hanya sekedar Sholat berjamaah saja, namun Sholat ini harus dilaksanakan di rumah Allah swt, Masjid.

Manusia di bangkitkan dalam keadaan gelap gulita. Gelap yang berlipat ganda. Saat itu, manusia sangat membutuhkan cahaya supaya bisa meraba jalannya, agar bisa melewati kumpulan orang-orang yang begitu banyak jumlahnya. Tatkala melewati Sirath (jembatan di akhirat), cahaya sangat dibutuhkan. Sirath ini mengerikan kondisinya. Tidak akan ada yang bisa melewati, kecuali orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Kita memohon semoga Allah swt memberikan cahaya di dunia, di alam kubur, dan di akhirat. Sesungguhnya dia yang memiliki kekuasaan untuk melakukan itu semua.

11.Melihat Allah sebagai bulan purnama
Inilah tujuan utama yang dikejar oleh mereka yang berusaha dengan bersungguh-sungguh dan manusia berlomba-lomba untuk mendapatkannya.

Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dari Jarir Al-Bajali RA berkata: Kami di sisi Nabi Muhammad SAW dan pada suatu malam beliau melihat ke arah bulan purnama lalu beliau bersabda,
“Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian mampu melihat bulan purnama ini, kalian tidak akan merasa susah melihatnya, seandainya kalian mampu untuk tidak dikalahkan dalam melaksanakan Sholat sebelum terbit dan sebelum tenggelamnya matahari, maka lakukanlah, kemudian beliau membaca sebuah ayat yang artinya
“…dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam (nya)”.
(QS. Qaf: 39)


12.Baik dalam kehidupan, kreatif & berhati lembut
Orang yang selalu menjaga Sholat subuh adalah orang yang paling baik dalam kehidupannya, orang yang paling kreatif, dan berhati paling lembut. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Setan mengikat tengkuk kepala salah seorang di antara kalian pada saat tidurnya dengan tiga ikatan, dia memukul setiap ikatan dengan mengatakan bagimu malam yang panjang maka tidurlah. Lalu apabila dia bangun dan menyebut nama Allah maka terlepaslah satu ikatan, lalu jika dia berwudhu’ maka terlepaslah ikatan ke dua, dan jika dia mendirikan Sholat maka terlepaslah ikatan yang ketiga, maka dia akan mengawali pagi dengan jiwa yang kreatif dan berjiwa baik, namun jika tidak maka dia akan menjadi berjiwa buruk dan pemalas”.
( Al-Bukhari: 1142 dan Muslim: no: 773 )


Semua keutamaan di atas hanya pantas didapatkan oleh seorang mukmin sejati. Karenanya Sholat yang paling berat atas orang munafik adalah Sholat subuh ini, karena mereka tidak pantas untuk mendapatkan semua keutamaan di atas.

Kondisi ini sangat disadari oleh Rasulullah saw sejak mula, meskipun di saat itu para shahabat senantiasa menjaga Sholat secara berjama‟ah. Empati dan kehalusan perasaan Rasulullah saw itu kemudian mendorong beliau untuk bersabda seperti di dalam hadis di atas,
“Andaikata mereka mengetahui pahala Sholat Isya‟ dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak”.
Bisakah kita bayangkan, orang antri berjam-jam untuk mendapatkan kupon beras murah? Pernahkan kita mendengar orang sampai rela pingsan hanya untuk mendapatkan jatah bantuan tunai yang besarnya hanya Rp. 500.000,-. Tetapi pernahkah kita mendengar orang antri untuk berwudlu sebelum Sholat subuh? Kemudian mari kita bandingkan, mengapa mereka rela antri demikian berat hanya untuk keuntungan dunia yang tidak seberapa, sementara untuk mendapatkan besarnya pahala yang tidak terperikan kita enggan?

Subhanallah… Demikian mendalam penjelasan Rasulullah saw tersebut. Untuk mendatangi jamaah Sholat subuh, bahkan kalau tak bisa berjalan, tidak ada pemandu, dengan merangkak pun tetap akan dilakukannya. Kira-kira sebesar apa pahala yang ada pada Sholat Subuh itu sehingga orang yang mengetahui keutamaannya akan mau berangkat untuk jama‟ah Subuh, meskipun dengan merangkak?.

Pahala yang didapatkan dengan Sholat subuh berjamaah seolah dia sholat semalaman suntuk.. Siapa yang tidak tertarik dengan upah yang demikian ??? kebanyakan manusia lebih beriman pada yang tampak (di dunia) sedangkan tawaran yang diberi ALLAH dihiraukan begitu saja padahal semua pahala dan manfaat akan kembali kepada diri sendiri di hari kemudian.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.
Berikut ini adalah tata cara sholat subuh yang baik dan benar dijelaskan secara lengkap.

1. Membaca Lafast Niat Sholat Subuh

Untuk bacaan niat sholat sendirian
اُصَلِّيْ فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin : Usholli Fardlosh shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.

Artinya : Aku niat melakukan Sholat fardu subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala


Untuk bacaan niat sholat subuh menjadi Ma'mum / Imam
اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا/إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Latin : Ushalli fardhol subhi rakataini mustaqhbilal kiblati ada-an ma’muman/imaaman lillahi ta’ala

Artinya : Aku berniat shalat fardu Shubuh dua raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum/imam karena Allah Ta’ala

2. Mengangkat Belah tangan

الله اكبر
(Allaahu akbar) Allah Maha Besar.

3. Setelah Takbir Ihram Lalu Membaca Doa Iftitah dalam Hati

اَللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْن . إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيًن
Latin : Allaahu akbar kabiiroo, wal hamdulillaahi katsiiroo, wa subhaanallaahi bukrataw-wa ashiilaa.
Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal-ardha, haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaati wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil ‘alaamiina. Laa syariika lahu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimiina.”

Artinya : Allah Maha Besar, Segala Puji bagi Allah, pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.
Sesungguhnya aku menghadapkan mukaku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan bukannya aku termasuk dalam golongan musyrik. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, karena itu aku rela diperintah dan aku ini adalah golongan orang Islam.

4. Setelah Doa Iftitah lalu diteruskan dengan membaca Surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
Latin :
"Bismillahirrohmanirrohim"
Alhamdulillahi robbil 'alamin,
Arrohmaanirrahiim
Maaliki yaumiddiin,
Iyyaka na'budu waiyyaaka nasta'iin,
Ihdinasshirratal mustaqim,
Syiratalladziina an’amta alaihim, ghairil maghduubi 'alaihim waladdhaaalliin.

Artinya :
dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
yang menguasai di hari Pembalasan.
hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan
Tunjukilah Kami jalan yang lurus.
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.


Lalu Diteruskan Dengan Surah-Surah Pendek yang mudah Dihafal seperti Surah Al-Ikhlas
ْ قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
ْ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ
ْ لَمْ يَلِدْ وَلَم يُولَدْ
ْ وَلَم يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ
Latin :
Qul huwa allaahu ahadun,
Allaahu shamadu
lam yalid walam yuuladu
walam yakun lahu kufuwan ahadun.

Artinya :
Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

5. Rukuk

Setelah Membaca Surah Al- Fatihah dan Surah pendek, lalu mengangkat ke dua belah tangan setinggi seraya membaca Allahu Akbar terus Badanya membungkuk, kedua tanganya memegang lutut dan ditekankan antara punggung dan kepala supaya rata.

Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut :
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ (3x).
Latin : Subhaana rabbiyal 'azhiimi wabihamdih (3x

Artinya : Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Terpuji.

6. I'tidal

Setelah rukuk, terus bangkitlah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setentang telinga, seraya membaca sebagai berikut :
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Latin : Sami'allaahu liman hamidah, rabbanaa walakal hamdu.

Artinya : Allah mendengar akan sesiapa yang memuji-Nya. Hai Tuhan kami, kepada Engkaulah segala pujian.

7. Sujud

Setelah melakukan i'tidal terus sujud sambil mengucapkan "allahu akbar"( tersungkur ke bumi ) dengan meletakkan dahi ke bumi dan ketika turun dan posisi sempurna lalu membaca sebagai berikut :
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِه (3x).ِ
Latin : Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih (3x)

Artinya : Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

8. Duduk antara dua sujud

Setelah sujud lalu membaca allahu akbar dan duduk membaca :
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Latin : Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii

Artinya : Ya Allah ! ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, dan angkatlah darjatku dan cukuplah segala kekuranganku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan sejahterakanlah aku dan berilah keampunan padaku.

9. Sujud Kedua

Setelah melakukan sambil membaca "allahu akbar" kemudian sujud lalu kembali dan membaca :
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ (3x).
Latin : Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih (3x)

Artinya : Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

10. Berdiri kembali sambil mengucapkan "allahu akbar" dan membaca Surah Al-Fateha dan Surah-Surah pendek

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ (٧
Latin :
"Bismillahirrohmanirrohim"
Alhamdulillahi robbil 'alamin,
Arrohmaanirrahiim
Maaliki yaumiddiin,
Iyyaka na'budu waiyyaaka nasta'iin,
Ihdinasshirratal mustaqim,
Syiratalladziina an’amta alaihim, ghairil maghduubi 'alaihim waladdhaaalliin.

Artinya :
dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
yang menguasai di hari Pembalasan.
hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan
Tunjukilah Kami jalan yang lurus.
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.


Lalu Diteruskan Dengan Surah-Surah Pendek yang mudah Dihafal seperti Surah An-nas
ْقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
ْمَلِكِ النَّاسِ
ْإِلَهِ النَّاسِ
ْمِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
ْالَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
ْمِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin :
qul a'uudzu birabbi nnaas
maliki nnaas
ilaahi nnaas
min syarri lwaswaasi lkhannaas
alladzii yuwaswisu fii shuduuri nnaas
mina ljinnati wannaas

Artinya :
Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
raja manusia.
sembahan manusia.
dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.

11. Rukuk Kedua

Setelah Membaca Surah Al- Fatihah dan Surah pendek, lalu mengangkat ke dua belah tangan setinggi seraya membaca Allahu Akbar terus Badanya membungkuk, kedua tanganya memegang lutut dan ditekankan antara punggung dan kepala supaya rata.

Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut :
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ (3x).
Latin : Subhaana rabbiyal 'azhiimi wabihamdih (3x

Artinya : Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Terpuji.

12. I'tidal kedua

Setelah rukuk, terus bangkitlah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setentang telinga, seraya membaca sebagai berikut :
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Latin : Sami'allaahu liman hamidah, rabbanaa walakal hamdu.

Artinya : Allah mendengar akan sesiapa yang memuji-Nya. Hai Tuhan kami, kepada Engkaulah segala pujian.

13. Membaca do'a Qunut

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ
وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ،
فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin : Bacaan Doa Qunut (Latin)

Allah hummah dinii fiiman hadait.
Wa'aa finii fiiman 'aafait.
Watawallanii fiiman tawal-laiit.
Wabaariklii fiimaa a'thait.
Waqinii syarramaa qadhait.
Fainnaka taqdhii walaa yuqdha 'alaik.
Wainnahu laayadzilu man walait.
Walaa ya'izzu man 'aadait.
Tabaa rakta rabbanaa wata'aalait.
Falakalhamdu 'alaa maaqadhait.
Astaghfiruka wa'atuubu ilaik.
Wasallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa'alaa aalihi washahbihi Wasallam.

Artinya :
Ya Allah tunjukkanlah akan daku sebagaiman mereka yang telah Engkau tunjukkan
Dan berilah kesihatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesihatan
Dan peliharalah daku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan
Dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan
Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan
Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum
Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin
Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau
Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan
Ku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau
(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

14. Sujud ketiga

Setelah melakukan i'tidal terus sujud sambil mengucapkan "allahu akbar"( tersungkur ke bumi ) dengan meletakkan dahi ke bumi dan ketika turun dan posisi sempurna lalu membaca sebagai berikut
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ (3x).
Latin : Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih (3x)

Artinya : Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

15. Duduk antara dua sujud kedua

Setelah sujud lalu membaca allahu akbar dan duduk membaca :
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Latin : Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii

Artinya : Ya Allah ! ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, dan angkatlah darjatku dan cukuplah segala kekuranganku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan sejahterakanlah aku dan berilah keampunan padaku.

16. Sujud Kedua kempat

Setelah melakukan sambil membaca "allahu akbar" kemudian sujud lalu kembali dan membaca :
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ (3x).
Latin : Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih (3x)

Artinya : Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

17. Tasyahud (Tahyatul Akhir)

Dengan cara duduk kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri di duduki
Dan membaca Bacaan tasyahud akhir dan doa.
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وعلى آلِ مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ.
Latin : Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma shalli ‘alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa 'alaa aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid. Allaahumma innii a'uudzubika min 'adzaabi jahannama wamin 'adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya : Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. “ Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. “ Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajal.

18. Salam

Sambil mengucapkan :
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله
Latin : Assalaamu 'alaikum warahmatullaah.

Artinya: Keselamatan dan rahmat buat Anda sekalian.

Waktu membaca salam yang pertama muka kiri menengok ke kanan dan waktu salam yang kedua muka kita menengok ke kiri
Dengan salam ini maka berakhirlah sholat kita
Bagikan postingan
( )

5
4
3
2
1

No comments: