Thursday, 27 February 2020

Sholat Jum'at Pengertian Sholat Jum'at ialah Sholat Wajib yang dikerjakan dua Raka’at dan dilakukan pada hari Jum’at pada waktu mas...

Panduan sholat jum'at lengkap, (dengan gambar dan terjemahan)

Sholat Jum'at Pengertian Sholat Jum'at ialah Sholat Wajib yang dikerjakan dua Raka’at dan dilakukan pada hari Jum’at pada waktu masuk Sholat Dzuhur yg dilaksanakan setelah Khutbah. Sedangkan Hari Jum’at sendiri merupakan raja dari semua hari karena didalam hari Jum’at terjadi peristiwa – peristiwa penting yg terjadi di sejarah Islam seperti Sabda Nabi Muhammad Saw,
” Sebaik – baiknya hari dimana matahari terbit ialah pada hari jum'at. Pada hari jum'at tersebut Adam diciptakkan, Pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jum’at juga dia dikeluarkan dari surga, Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada Hari jum'at (HR. Muslim) ”.


Jika melihat Sabda Nabi Muhammad Saw diatas sudah bisa dipastikan bahwa Keutamaan Sholat jum'at dan Manfaat Sholat jum'at sangat luar Biasa besarnya. Sedangkan untuk Hukum Mengerjakan Sholat jum'at sendiri adalah Wajib atau Fardhu Ain bagi semua Laki – Laki Muslim di dunia kecuali untuk Wanita, Hamba Sahaya, Anak-Anak, Orang yang sakit tidak diwajibkan atas mereka dan hanya diwajibkan untuk mengerjakan Sholat Dzuhur.

Lafadz atau Bacaan Niat Sholat jum'at

Sebagai Imam

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin ; Usholli fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala.

Artinya : Aku niat melakukan Sholat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi imam, karena Allah ta'ala.

Sebagai Ma'mum

صَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin ; Ushollii fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta'aala.

Artinya : Aku niat melakukan Sholat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi ma'mum, karena Allah ta'ala.

Hari Jum'at adalah hari yang paling mulia

Keutamaan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari jum'at sebagai keistimewaan umat muhammad yang tidak diberikan pada umat sebelumnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ سَيِّدُ الْأَيَّامِ وَأَعْظَمُهَا عِنْدَ اللهِ
Artinya : Sesungguhnya hari jum'at itu adalah pemimpin seluruh hari dan hari paling mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. (HR. Ibnu Majah dinyatakan sahih oleh al-Albani rahimahullah)

Syarat – Syarat Sah Sholat Jum’at

Sedangkan untuk Syarat – Syarat Sah melakukan Sholat jum’at antara lain ;
1.Tempat Sholat Jum’at harus ditentukan,
2.Dilakuan dalam Waktu Dzuhur dan Hari Jum’at,
3.Dilakukan secara Berjamaah,
4.Jumlah orang yg berjama’ah sekurang – kurangnya 40 Orang laki – laki dan Sebelum Mengerjakan Sholat jum'at didahulukan oleh 2 (Dua) Khutbah.

Mungkin itulah penjelasan yg dapat kami berikan kepada anda terkait Bacaan Niat Sholat jum'at ini dan semoga artikel ini dpt berguna serta bermanfaat bagi anda semua-nya. Kemudiian jika anda berangkat ke Masjid untuk mengerjakan Sholat jum'at ada baiknya berangkat lebih awal sehingga anda dapat mendapatkan tempat paling depan saat Sholat.

Hukum dan/atau Kewajiban Sholat Jum'at


Jum'atan atau Sholat jum'at adalah kewajiban bagi setiap muslim. Sebagaimana Firman Allah :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ
Artinya : “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan Sholat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah.” (QS. Al Jum’ah: 9).

Dilansir dari muslim.or.id, mayoritas pakar tafsir mengatakan, yang dimaksud ‘DZIKRULLAH’ (Mengingat Allah) di sini adalah Sholat Jum’at. Sa’id bin Al Musayyib mengatakan bahwa yang dimaksud adalah mendengar nasehat (khutbah) pada hari Jum’at. (Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 8: 265)

Rasulullah SAW bersabda;
الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ
Artinya : “(Sholat) Jum’at adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim dalam jama’ah kecuali bagi empat orang: budak yang dimiliki, wanita, anak kecil dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud no. 1067. Kata Syaikh Al Albani, hadits ini shahih)
Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa Nabi Muhammad bersabda;
رَوَاحُ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ
Artinya : “Pergi (Sholat) Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang telah mimpi basah.” (HR. An Nasai no. 1371. Kata Syaikh Al Albani, hadits ini shahih)


Jadi sudah jelas, bahwa Sholat jum'at atau jum'atan adalah kewajiban bagi kita semua sebagai orang muslim, terkecuali budak yang dimiliki, wanita, anak kecil dan orang yang sakit.

Ancaman Meninggalkan Jum'atan (Sholat Jum'at)


Banyak riwayat yang menyebutkan ancaman bagi orang yang meninggalkan jum'atan sebanyak 3 kali dengan sengaja atau tanpa udzur. Berikut adalah beberapa dalil-dalilnya, seperti dilansir dari konsultasisyariah.com Dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ، أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ، ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ
Artinya : ”Hendaknya orang yang suka meninggalkan jum'atan itu menghentikan kebiasaan buruknya, atau Allah akan mengunci mati hatinya, kemudian dia menjadi orang ghafilin (orang lalai).” (HR. Muslim 865)

Hadis dari Abul Ja’d ad-Dhamri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ
Artinya : ”Siapa yang meninggalkan 3 kali jum'atan karena meremehkan, maka Allah akan mengunci hatinya.” (HR. Ahmad 15498, Nasai 1369, Abu Daud 1052, dan dinilai hasan Syuaib al-Arnauth)

Hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ، ثَلَاثًا، مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ، طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ
Artinya : “Siapa yang meninggalkan jum'atan 3 kali, bukan karena darurat, Allah akan mengunci hatinya.” (HR. Ibnu Majah 1126 dan dishahihkan al-Albani)

Dari Usamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَمِعَ الْأَذَانَ ثَلَاثَ جُمُعَاتٍ ثُمَّ لَمْ يَحْضُرْ كُتِبَ مِنَ الْمُنَافِقِينَ
Artinya : "Siapa yang mendengar adzan jum'atan 3 kali, kemudian dia tidak menghadirinya maka dicatat sebagai orang munafik. (HR. Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir, dan dihasankan al-Albani dalam Shahih Targhib, no. 728).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من ترك ثلاث جمع متواليات من غير عذر طبع الله على قلبه
Artinya : “Siapa yang meninggalkan jum'atan 3 kali berturut-turut tanpa udzur, Allah akan mengunci mati hatinya.” (HR. At-Thayalisi dalam Musnadnya 2548 dan dishahihkan al-Albani dalam shahih Jami’ as-Shaghir).

Dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan,
من ترك الجمعة ثلاث جُمَع متواليات، فقد نبذَ الإِسلام وراء ظهره
Artinya : ”Siapa yang meninggalkan jum'atan 3 kali berturut-turut, berarti dia telah membuang islam ke belakang punggungnya.” (HR. Abu Ya’la secara Mauquf dengan sanad yang shahih – shahih Targhib: 732).

Dari beberapa riwayat di atas tentang ancaman meninggalkan Sholat jum'at, ada beberapa pelajaran yang bisa kita catat, antara lain : Yang dimaksud ‘Allah kunci hatinya’ adalah Allah menutup hatinya dan menghalangi masuknya hidayah dan rahmat ke dalam hatinya. Kemudian digantikan dengan kebodohan, sifat beringas, dan keras kepala. Sehingga hatinya seperti hati orang munafik. Demikian keterangan al-Munawi dalam Faidhul Qodir (6/133).

Ketika hati seseorang sudah dikunci mati, dia menjadi kebal hidayah. Seberapapun peringatan yang dia dengar, tidak akan memberikan manfaat dan tidak akan menggerakkan hatinya. Seolah dia terhalang untuk bertaubat.

Hukuman semacam ini mirip dengan hukuman yang Allah berikan kepada Iblis. Karena pembangkangannya, Allah tutup kesempatan bagi Iblis untuk bertaubat. Sungguh hukuman yang sangat menakutkan.
Demikian pula keadaan orang munafik. Karena batin mereka mengingkari kebenaran, Allah kunci mati hatinya, sehingga mereka menjadi bodoh dengan hidayah.
فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لا يَفْقَهُونَ
Artinya : ”Lalu hatinya dikunci mati, sehingga mereka tidak memahami.” (QS. Al-Munafiqun: 3).

Semua perbuatan dosa dan maksiat, akan menjadi sebab tertutupnya hati. Semakin besar dosa yang dilakukan seseorang, semakin besar pula penutup hatinya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya :
Artinya : Sesungguhnya seorang hamba, apabila melakukan perbuatan maksiat maka akan dititikkan dalam hatinya satu titik hitam. Jika dia meninggalkan maksiat itu, memohon ampun dan bertaubat, hatinya akan dibersihakn. Namun jika dia kembali maksiat, akan ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar-raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya, (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.’ (HR. Turmudzi 3334, dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnauth).

Meninggalkan juma'tan tanpa udzur termasuk dosa besar dan berbahaya, yang menyebabkan hati pelakunya dikunci mati. Meninggalkan Jum'atan 3 kali, Apakah harus berturut-turt? Ada dua kemungkinan makna.
Pertama; ancaman ini terjadi ketika dia meninggalkan jum'atan, baik berturut-turut atau secara terpisah. Sehingga ketika ada orang yang meninggalkan 1 kali jum'atan setiap tahun, Allah akan mengunci hatinya pada pelanggaran yang ketiga.
kedua; maksud ancaman ini, jika dia meninggalkan jum'atan 3 kali berturut-turut, sebagaimana disebutkan dalam hadis Anas. Karena melakukan dosa berturut-turut dan terus-menerus, menunjukkan sedikitnya rasa takutnya.

Ancaman ini berlaku bagi orang yang meninggalkan jum'atan tanpa udzur, sebagaimana yang ditegaskan dalam banyak hadis di atas. Sedangkan orang yang memiliki udzur untuk tidak jum'atan, seperti sakit, safar (perjalanan), di laut, atau udzur lainnya, tidak termasuk dalam ancaman ini.

Di zaman Umar, ada seseorang yang berencana melakukan safar di hari jum'at. Kemudian dia mengurungkan rencananya, karena ingat harus jum'atan. Kemudian ditegur oleh Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu,
خرُج؛ فإِنَّ الجمعة لا تمنع من سفر
Artinya : ”Berangkatlah, karena jum'atan tidaklah menghalangi orang untuk melakukan safar.” (HR. Ibnu Abi Syaibah 5107).


Panduan mengerjakan Sholat Jum'at


Sholat jum'at adalah Sholat wajib dua rakaat dengan berjamaah yang dilaksanakan sesudah khotbah jum'at pada waktu dzuhur di hari jum'at. Hukumnya wajib bagi laki-laki yang sudah memenuhi syarat.
Firman Allah Swt. dalam Al-Quran : "Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan Sholat di hari jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli.” (Q.S. al-Jumu’ah/62: 9)

Sholat jum'at pada prinsipnya sama dengan Sholat wajib yang dilaksanakan secara berjamaah. Sholat jum'at adalah Sholat wajib atau fardhu ‘ain yang dilaksanakan oleh setiap muslim laki-laki dalam setiap minggunya setiap hari jum'at. Sholat jum'at harus dilaksanakan secara berjamaah dan tidak boleh dilakukan sendiri-sendiri.

1. Adalah Membaca Lafast Niat Sholat jum'at

Untuk Makmum :

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin ; Ushollii fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta'aala.

Artinya : Aku niat melakukan Sholat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi mamum, karena Allah ta'ala.


Untuk Imam :

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin ; Usholli fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala.

Artinya : Aku niat melakukan Sholat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi imam, karena Allah ta'ala.

2. Mengangkat Belah tangan

الله اكبر
(Allaahu akbar) Allah Maha Besar.

3. Setelah Takbir Ihram Lalu Membaca Doa Iftitah dalam Hati

اَللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْن . إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيًن

Latin ; Allaahu akbar kabiiroo, wal hamdulillaahi katsiiroo, wa subhaanallaahi bukrataw-wa ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal-ardha, haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaati wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil ‘alaamiina. Laa syariika lahu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimiina.”


Artinya : Allah Maha Besar, Segala Puji bagi Allah, pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan mukaku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan bukannya aku termasuk dalam golongan musyrik. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, karena itu aku rela diperintah dan aku ini adalah golongan orang Islam.

4. Setelah Doa Iftitah lalu diteruskan dengan membaca Surat Al-Fatihah


>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

Latin ; "Bismillahirrohmanirrohim" Alhamdulillahi robbil 'alamin, Arrohmaanirrahiim Maaliki yaumiddiin, Iyyaka na'budu waiyyaaka nasta'iin, Ihdinasshirratal mustaqim, Syiratalladziina an’amta alaihim, ghairil maghduubi 'alaihim waladdhaaalliin.


Artinya : dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. yang menguasai di hari Pembalasan. hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan Tunjukilah Kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Lalu Diteruskan Dengan Surat-surat Pendek yang mudah Dihafal seperti surat Al-Ikhlas
1 قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ 2ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ 3 ْ لَمْ يَلِدْ وَلَم يُولَدْ 4 ْ وَلَم يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

Latin ; Qul huwa allaahu ahadun, Allaahu shamadu lam yalid walam yuuladu walam yakun lahu kufuwan ahadun.

Artinya : Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

5. Rukuk (pertama)

Setelah Membaca Surat Al- Fatihah dan surat pendek, lalu mengangkat ke dua belah tangan setinggi seraya membaca Allahu Akbar terus Badanya membungkuk, kedua tanganya memegang lutut dan ditekankan antara punggung dan kepala supaya rata.

Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut :
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ (3x).

Latin ; Subhaana rabbiyal 'azhiimi wabihamdih (3x)

Artinya : Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Terpuji.

6. I'tidal (pertama)

Setelah rukuk, terus bangkitlah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setentang telinga, seraya membaca sebagai berikut :
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ (3x).

Latin ; Sami'allaahu liman hamidah, rabbanaa walakal hamdu.

Artinya : Allah mendengar akan sesiapa yang memuji-Nya. Hai Tuhan kami, kepada Engkaulah segala pujian.

7. Sujud (pertama)

Setelah melakukan i'tidal terus sujud sambil mengucapkan "allahu akbar"( tersungkur ke bumi ) dengan meletakkan dahi ke bumi dan ketika turun dan posisi sempurna lalu membaca sebagai berikut
(3x) سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Latin ; Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih (3x)

Artinya : Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

8. Duduk antara dua sujud (pertama)

Setelah sujud lalu membaca allahu akbar dan duduk membaca :
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Latin ; Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii

Artinya : Ya Allah ! ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, dan angkatlah darjatku dan cukuplah segala kekuranganku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan sejahterakanlah aku dan berilah keampunan padaku.

9. Sujud Kedua (pertama)

Setelah melakukan sambil membaca "allahu akbar" kemudian sujud lalu kembali dan membaca :
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ (3x).

Latin ; Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih (3x)

Artinya : Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

10. Berdiri kembali sambil mengucapkan "allahu akbar" dan membaca Surat Al-Fateha dan surat-surat pendek


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

Latin ; "Bismillahirrohmanirrohim" Alhamdulillahi robbil 'alamin, Arrohmaanirrahiim Maaliki yaumiddiin, Iyyaka na'budu waiyyaaka nasta'iin, Ihdinasshirratal mustaqim, Syiratalladziina an’amta alaihim, ghairil maghduubi 'alaihim waladdhaaalliin.

Artinya : dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. yang menguasai di hari Pembalasan. hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan Tunjukilah Kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Lalu Diteruskan Dengan Surat-surat Pendek yang mudah Dihafal seperti surat An-nas
ْقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ْمَلِكِ النَّاسِ ْإِلَهِ النَّاسِ ْمِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ْالَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ْمِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Latin ; qul a'uudzu birabbi nnaas maliki nnaas ilaahi nnaas min syarri lwaswaasi lkhannaas alladzii yuwaswisu fii shuduuri nnaas mina ljinnati wannaas

Artinya : Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. raja manusia. sembahan manusia. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.

11. Rukuk Kedua (kedua)

Setelah Membaca Surat Al- Fatihah dan surat pendek, lalu mengangkat ke dua belah tangan setinggi seraya membaca Allahu Akbar terus Badanya membungkuk, kedua tanganya memegang lutut dan ditekankan antara punggung dan kepala supaya rata. Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut :
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ (3x).

Latin ; Subhaana rabbiyal 'azhiimi wabihamdih (3x)

Artinya : Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Terpuji.

12. I'tidal kedua (kedua)

Setelah rukuk, terus bangkitlah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setentang telinga, seraya membaca sebagai berikut :
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ (3x).

Latin ; Sami'allaahu liman hamidah, rabbanaa walakal hamdu.

Artinya : Allah mendengar akan sesiapa yang memuji-Nya. Hai Tuhan kami, kepada Engkaulah segala pujian.

13. Sujud ketiga (ketiga)

Setelah melakukan i'tidal terus sujud sambil mengucapkan "allahu akbar"( tersungkur ke bumi ) dengan meletakkan dahi ke bumi dan ketika turun dan posisi sempurna lalu membaca sebagai berikut
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ (3x).

Latin ; Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih (3x)

Artinya : Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

14. Duduk antara dua sujud kedua (kedua)

Setelah sujud lalu membaca allahu akbar dan duduk membaca :
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Latin ; Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii

Artinya : Ya Allah ! ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, dan angkatlah darjatku dan cukuplah segala kekuranganku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan sejahterakanlah aku dan berilah keampunan padaku.

15. Sujud Kedua kempat (keempat)

Setelah melakukan sambil membaca "allahu akbar" kemudian sujud lalu kembali dan membaca :
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Latin ; Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih (3x)

Artinya : Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

16. Tasyahud (Tahyatul Akhir)

Dengan cara duduk kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri di duduki Dan membaca Bacaan tasyahud akhir dan doa.
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وعلى آلِ مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ.

Latin ; Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma shalli ‘alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa 'alaa aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid. Allaahumma innii a'uudzubika min 'adzaabi jahannama wamin 'adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya : Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. “ Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. “ Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajal.

17. Salam

Sambil mengucapkan :
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله

Latin ; Assalaamu 'alaikum warahmatullaah.

Artinya : Keselamatan dan rahmat buat Anda sekalian. Waktu membaca salam yang pertama muka kiri menengok ke kanan dan waktu salam yang kedua muka kita menengok ke kiri Dengan salam ini maka berakhirlah sholat kita

Bagikan postingan
( )

5
4
3
2
1

No comments: